CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS

Kamis, 29 Oktober 2009

_terlintas begitu saja_

saat ku terbangun pagi ini,
hal pertama yang muncul justru itu.

ku tak pernah ingin seperti ini,
tapi semua terlintas saja begitu.

sekian lama ku menghindar tuk mengenang
mengusung pengingkaran akan rasa sakit
memaksakan kaki berdiri di atas perih
lalu lewat sedetik-tiga detik pagi tadi
kegagalan pun akhirnya membukti

dan kini
tak ada lagi selain mengakui
masih dan ku masih saja begini

Rabu, 26 Agustus 2009

a-post tag 'bout : Triplet Answer

hi... bloggers! I've got a post-tag from ahmad
Here are the rules..

What you're supposed to do... and please do not spoil the fun...
Create a new post, copy and paste this post, delete my answers and type in yours.
Then tag 21 good friends and family INCLUDING the person who tagged you.
The theory is that you will learn one new thing about each of your friends.

THREE NAMES I GO BY
1. Mimi (nama panggilan sejak kecil, gak tau sebab musababnya apa)
2. Ummi (teman-teman di skul dari SD mpe kuliah manggilnya begitu)
3. Mee ( just 2 make it shorter ; beberapa orang2 tertentu memanggil seperti ini)

THREE JOBS I HAVE HAD IN MY LIFE
Definisi pekerjaan : sesuatu yag anda lakukan dan anda dibayar untuk itu (by Mad)
1. AsDos Dadakan. Gantiin kk ngajar Kalkul Dasar di SP (dgn identitas dirahasiakan waktu itu, :) )
2. Ngajar privat -> awalnya coba-coba, bertahan sebentar, lalu tobat karena tabrakan dgn tugas kuliah
3. ...................

THREE PLACES I HAVE LIVED
1. Sengkang
2. Malino
3. Makassar

THREE TV SHOWS THAT I WATCH
1. Serial korea
2. Liputan 6
3. OB

THREE PLACES I WANT TO GO
1. Mekkah
2. Paris
3. Jepang

THREE OF MY FAVORITE FOODS
1. Nasi goreng
2. Nasi campur
3. dan nasi-nasi yang lain,,,kecuali nasi basi...

THINGS I AM LOOKING FORWARD TO
1. Lulus S1 + Profesi dgn mulus
2. Lanjut S2 tanpa hambatan
3. kerja di RS yang bagus

THREE FRIENDS WHO WILL REPLY
1.
2. auk ah gelap
3.

THREE FAVORITE BANDS/SINGERS
1. Paramore
2. Audi
3. Seventeen

THREE FAVORITE SPORTS TO WATCH
1. Moto GP
2. ..........
3. (pada dasarnya bukan maniak sports...)

THREE FAVORITE DRINKS
1. Orange juice
2. Air putih
3. Es kelapa muda

Then, I'm tagging this post to ifah-achank, happy tagging and happy blogging all!

Sabtu, 30 Mei 2009

_ketika kita ikhlas_

Jika kita sering mendengar orang bilang ‘di dunia ini banyak hal yang tampak sederhana tapi sebenarnya sulitnya luar biasa’, aku menganggap ‘menjadi ikhlas’ adalah salah satunya. Gak ada langkah atau tips khusus gimana caranya jika kamu mau menjadi ikhlas, karena prosesnya sungguh tak terjangkau akal pikiran. Ikhlas bersumber dari hati--hati yang tak terdefenisi dan sulit dideteksi. “menjadi ikhlas” adalah hal luar biasa, dan untuk menggapainya terkadang membutuhkan keberanian. Dani hasilnya???Sungguh mengagumkan! Engkau tak akan mendapatkan ketenangan sebaik ketika engkau ikhlas…
Perlu bukti???
Naah,,,
Kamu pernah merasa sakit hati?
(pastilah ya…setiap orang pasti pernah, even in different ways. Bo’ong banget kalo bilang gak pernah, hehe --- maksa nih akhirnya)
Coba ingat gimana bedanya perasaan kamu ketika : terus memelihara rasa sakit hati itu atau mencoba untuk menerimanya (menurut aku, ‘mencoba untuk menerima’ adalah langkah awal untuk mencapai ikhlas, betul gak?)…pasti beda!
Menyuburkan sakit hati hanya akan membuat kita merasa tersiksa, seolah ada beban berat yang tak terlihat menghimpit di dada. Dan satu-satunya cara untuk melepaskan beban itu adalah mengikhlaskannya.
Tapi, pertanyaan terbesarnya adalah : butuh waktu berapa lama untuk bisa menerima lalu mengikhlaskannya?
Tak ada yang tau jawabanya, karena semuanya kembali ke kamu. Iyya, “kamu”, bukan siapa-siapa. (ya iyyalah…kan gak mungkin ke nenek lo…)
Kadang-kadang kita justru menjadi ‘sok ikhlas’…di bibir berkata “aku sudah tidak sakit hati lagi” lalu tertawa ceria di depan semua orang. Padahal, di dalam hati teteeeeup aja sakit. Tuh, sok ikhlas kan namanya?
Dalam kasus ini, ada satu hal lagi yang cukup berperan penting yaitu ‘gengsi’. Harga diri seringkali kita usung terlalu tinggi sehingga ‘memberi maaf’ menjadi sangat mahal. “iiihhhh, enak aja minta maaf. Setelah membuat saya sakit hati, sekarang dengan entengnya dia bilang maaf?Nggak semudah itu lah…”---statement kayak gini nih yang selalu keluar (hayoo ngaku!!!)
Jadi, ketika kamu lagi sakit hati…biar lebih tenang mendingan ikhlas. Sulit?Memang iyya!Gak ada kata ‘mudah’ dalam hal ini.
Dan juga butuh waktu. Gak ada yang bisa melupakan sakit hatinya dalam waktu semenit, akan tetapi lebih cepat lebih baik (Uppss…it’s not campaign J ). Dan sekali lagi butuh keberanian. Berani untuk mengakui bahwa kamu lagi merasa sedih dan sakit hati (jadi gak perlu sok tegar dan sok ikhlas),,serta berani untuk menurunkan sedikit gengsi lalu memaafkan. Setelah itu, pasti akan ada sedikit kelonggaran dalam hati untuk bisa menerima keadaan…dengan ikhlas!
Ketika kita ikhlas???yakin dan percaya, hati akan tenang. Lalu,,,semuanya akan menjadi lebih jelas...

Senin, 27 April 2009

Karena itu adalah topic yang sensitive buatku saat ini….

Setting : kantin kampus, jam makan siang (yaah, sekitar jam 1-an lah), lagi duduk membelakangi tangga sambil ngobrol dengan teman-teman (+nunggu pesanan pastinya)…

Mr.X (sambil nepuk bahu dari belakang) : “Hai,,,”
Gw (menoleh kaget) : “Mmmm…yah…hai juga!”
Mr.X : “mau makan?” --- (sungguh pertanyaan bodoh. Basa-basi banget…ya iyyalah mau makan)
Gw : “tidak…mw nonton” (jawaban yang tak kalah bodohnya, ternyata…)
Mr.X : “Gmn kbrnya?gmn kuliahnya?kapan selesainya?”
Gw : “Baik. Lancar. Dan Mmmm….eh, teman-teman yang lain mana?”
Mr.X : “ada di jurusan. Beberapa udah selesai lho…Jadi kapan selesainya?”
Gw : “Oooh, gitu ya. Terus…terus…kabar mereka gimana?”
Mr.X : “Semuanya baik-baik saja. Sekarang sibuk apaan neh?Udah skripsi belum?”
Gw : “Mmm…masih sibuk kuliah laaah…”(sambil senyum dengan deviasi yang hampir tak terdeteksi)
Mr.X : “Jadi, kapan selesai?”
Gw : “Oooh…itu! Maksud saya, itu…pesanan saya udah datang…, Eh, tadi nanya apaan?”
Mr.X : “Udahlah…kamu makan dulu. Saya ke atas dulu ya, mau cari tempat”.
Gw : “Yah..OK!Salam ya buat teman-teman yang lain. Bilang kangen banget ma mereka semua…”
Mr.X : “Siip…”

Fiuuuh….akhirnya!
Topik itu lagi…
Kejadian seperti ini terulang lagi. Entah untuk yang kesekian kali. Jangan-jangan kalo keseringan gw bisa bunuh diri karena kehabisan kepercayaan diri (wow...ini sih berlebihan kali ya). Tapi bilang gw terlalu berlebihan, bilang kl gw lebay….tapi pernah gak kamu merasa apa yang gw rasakan sekarang? Kondisi ketika teman-teman kamu di jurusan yang pernah kamu tinggalkan mulai muncul satu-persatu, memberitahu kalo mereka udah selesai di wisuda, selanjutnya menanyakan ‘kamu sendiri gimana?kapan selesainya?’….(cukup membuat psikis bergerak jatuh bebas kan?) Kayaknya ini adalah my first quarter life crisis!!! Coba bayangkan : Ketika teman-teman gw udah di wisuda, gw masih aja berkutat dengan tugas-tugas kuliah. Ketika teman-teman gw udah kerja, gw masih teteup aja kuliah. Intinya, gw berada di satu anak tangga di bawah mereka. (Huhuhu…menyedihkan!)
Untuk sedikit membesarkan hati (atau justru cuman rasionalisasi?), gw kadang-kadang berpikir kalo sebenarnya gw gak perlu berpikir terlalu banyak mengenai hal itu. Ketinggalan satu tahun adalah sebuah resiko yang semestinya sudah gw pertimbangkan sejak dulu ketika gw mengambil keputusan untuk pindah. Tertinggal satu anak tangga adalah harga yang harus gw bayar untuk berada di tempat yang gw suka dan nikmati. (Betul bangetttzzz….Memang seharusnya seperti ini). Tapi, kalo kejadian yang tadi terulang lagi…Teteeeeeeup aja sedih!!!! (Hikz)
Jangan lagi deh! Karena itu adalah topic yang sensitive buatku saat ini.

Jumat, 17 April 2009

jadi teringat...

Gara-gara dapet tugas untuk mempersiapkan presentase dengan tema buku favorit (Cintapuccino, of course!)...gw mesti bongkar-bongkar+++baca-baca kembali chicklit yang satu itu. Just skipped sih, tapi lumayan membuat gw teringat banyak hal.

Termasuk mengingat Deel, teman sekamar gw yang dulu juga suka banget dengan chicklit ini, bahkan dengan alasan yang sama pula --- sama-sama menyukai sosok ’Ami---Appraditha Arrahmi’ yang jadi tokoh utamanya (selain suka dengan kisahnya juga lah). Namun, sepertinya kami mengagumi ’Ami’ dari sudut yang berbeda.

Menurutku, Deel menyukai ’Ami’ karena sedikit banyak dalam hal karakter dan harapan, mereka punya banyak kesamaan. ’Ami’ sebagai Cosmopolitan Girl yang cerdas dan pemberani, mirip banget ma si Deel...(ini menurutku loh ya,,n’ b’coz of it, I really adore her!)

Truz,,kenapa gw suka ‘Ami’,,,itu karena gw suka banget dengan kisah dan terlebih lagi terhadap cara berpikirnya (terlepas bahwa ini hanyalah sebuah fiksi, tapi jika memang ada cewek yang persis seperti ‘Ami’ di dunia nyata, gw bakal jadi salah satu fans nya mungkin!!!Mmm, mungkin…---ups, except her habit to smoke tentunya. I hate a smoker!!!) Gw kagum dengan keberaniannya mengambil resiko, dalam hal pekerjaan dan juga cinta. Dan bagaimana dia akhirnya menemukan obsesinya yang telah bertahun-tahun mengkronis (Wow, finally, hhh...), dan ketika dia mau menerima (bahkan merasa cintanya semakin besar) bahwa orang yang selama ini menjadi obsesinya ternyata tak se-perfect yang dia pikir sebelumnya,,,,dan bagaimana dia being brave meninggalkan pekerjaan dengan salary yang gak usah dipertanyakan jumlahnya hanya karena gak nyaman dengan lingkungannya…the point is…dia adalah cewek yang knows exactly what does she wants dan selalu berani untuk memilih (dan juga siap menerima resiko). Hmmm…menurutku, tak banyak cewek yang bisa seperti ini.

Tapi, untuk beberapa hal,,gw dan ’Ami’ juga punya kesamaan. Misalnya aja tentang mendapatkan keberuntungan. Dalam hidup, gw rasa udah mendapatkannya dalam banyak kesempatan --- bahkan gw lebih senang menyebutnya keajaiban (Thank God for that).

Gw juga jadi teringat kalo sebenarnya gw membeli chicklit ini sampai tiga kali. Satu-satunya penyebab adalah karena tindakan dari oknum (baca:peminjam) yang tidak bertanggungjawab. Padahal gw udah sedih banget waktu kehilangan kedua kali karena stock di Gramed waktu itu udah gak ada (soalnya kan barang lama), tapi untungnya gw bisa dapat di suatu toko buku pinggiran---itupun satu-satunya yang terselip diantara novel-novel yang lain...(dan inilah contoh keajaiban yang pernah gw dapat, J).

Ketika gw dapat info dari teman kalo Icha Rahmanti (the author of that chicklit) bakal datang ke Makassar untuk Talkshow mengenai buku keduanya (Beauty Case), gw jadi bersemangat banget pengen ikut, walopun akhirnya batal gara-gara bertepatan dengan ujian di kampus.

Sama halnya ketika film-nya keluar, dengan semangat 45,5 gw ke TO...tapi hasilnya justru sangat mengecewakan. Sungguh berbeda dengan chicklit aslinya....Huuffh,,,

And d’ last,,,gw cuma pengen bilang kalo ini ada chicklit yang –sesuai namanya, benar-benar cewek banget!!!

Jumat, 10 April 2009

semuanya berakhir...bahkan sebelum aku sempat memulainya...(HikzHikz)

Seandainya keajaiban itu benar-benar ada,,,
atau Doraemon bisa muncul di depanku lalu membawaku ke masa lalu dengan laci mesin waktunya,
cukup satu yang kuminta : "bawa aku kembali ke Hari Senin, 06 Maret 2009, pukul 15.00"..
dan akan kuulang semuanya....

___tapi ini tak mungkin___
HikzHikz,,,tak pernah aku menyesak seberat ini, Sungguh!

Senin, 01 Desember 2008

sms itu...

Malam itu, bunyi wanita jepang tanda sms masuk di Hp ku membangunkanku dari tidur. Ogah-ogahan, kuambil Hp itu dan melihatnya sekilas….Mmmhhh,,,nomor baru! Setelah itu, cek message detailsnya….dikirim sejak pukul 06.09 sore tadi….Uuuh, maLesss,,,tidur lagi ah!.............
Pukul 05.04 pagi hari esoknya, setelah ibadah sholat subuh selesai, tersamar kuingat tentang sms semalam, ku cek lagi Hp_Q…
+628131xxx : “Hei, NEY UMMI yah?gmn kabarx?Masih ingat sm teman smp u?(setelah itu menyebutkan nama si pengirim)

Surprisingly,, saya membaca ulang sms itu. Setelah periode kagetku selesai, tergantikan dengan rasa penasaran yang sebenarnya butuh jawaban cepat. Tapi karena jadwal kuliah pagi jauh lebih mendesak, kuputuskan untuk beralih menyiapkan diktat-diktat untuk kuliah hari ini serta tetek-bengeknya.
Singkat cerita, setelah sms berlanjut ke fase telepon, akhirnya rasa penasaranku terjawab dengan kisah yang cukup menakjubkan. Dia adalah salah seorang teman smp yang --ya ampuuun, semenjak lulus smp kami gak pernah bertemu sekalipun--,,,lucu banget ketika kami berdua harus mengingat-ingat muka masing-masing, mempertanyakan apakah aQ masih seculun dulu (after all these year?hahaha), tentang kondisi dan kuliah masing-masing…dan betapa mengagumkannya saat dia bercerita kalo dia terpilih jadi 3 besar di Akademi pelayaran tempat dia kuliah dan bakal dipekerjakan di perusahaan jepang dengan system ikatan dinas…it’s a great news…bahkan cek per cek, saat ini dia lagi ada di Singapore…hebat!!!

Ini semua menyadarkanku akan satu hal : jika teman-temanku semasa smp dulu sudah sejauh itu menapaki masa depannya...bagaimana dengan aku???

Mudah-mudahan saja ini bisa menjadi cambuk bagiku. Tiap orang memilih jalan hidupnya masing-masing. Jika temanku memilih untuk jadi sehebat itu, mengapa aku tak memilih untuk menjadi seorang Ners yang hebat juga?? It’s not impossible things, is it??